5 Desember 2011

ROKAN HILIR

Lamb. Kab. Rokanhilir.

Kabupaten Rokan Hilir merupakan sebuah kabupaten yang berada di Provinsi Riau, Indonesia.

Letak geografis berada di Koordinat : 1°14' -2°45'LU dan 100°17' – 101°21' BT.
Bupati adalah H. Annas Maamun
DAU sebesar Rp.186.049.029.000,
Luas wilayah : 8.881,59 km²
Populasi : 440.894 jiwa (2004).

Pembagian administratif terdiri dari 15 Kecamatan dan 83 Desa/Kelurahan.

Ibukotanya terletak di Kota Bagansiapiapi yaitu kota terbesar dan bersejarah di Kabupaten ini, dan pernah dikenal sebagai daerah penghasil ikan terbesar di Indonesia.

Pusat pemerintahan berada di tengah-tengah kota, tepatnya di jalan Merdeka No 58.

Pada zaman sebelum Indonesia merdeka, Rokan Hilir terdiri dari tiga kenegerian, yaitu Negeri Kubu, Negeri Bangko dan Negeri Tanah Putih. Masing-masing Negeri dipimpin oleh seorang Kepala Negeri yang bertanggung jawab kepada Sultan Siak.

Pada tahun 1890 pemerintah kolonil Belanda mendirikan Distrik pertamanya di Negeri Tanah Putih.

Kemudian pada tahun 1901, Belanda memindahkan pemerintahan kontrolirnya di Bagansiapiapi, karena Bagansiapiapi telah berkembang pesat oleh pengaruh Etnis Tionghoa.

Kemudian Bagansiapiapi semakin berkembang pula setelah Belanda membangun pelabuhan modern dan terlengkap yang mengimbangi pelabuhan lainnya di Selat Malaka hingga Perang Dunia I usai.

Setelah kemerdekaan Indonesia, tiga negeri kewedanaan tersebut tergabung ke dalam Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Ketiga wilayah kenegerian tersebut di bentuk menjadi kecamatan yaitu Kecamatan Kubu, Kecamatan Bangko dan Kecamatan Tanah putih.

Setelah beberapa lama kemudian, tiga kecamatan tersebut dimekarkan menjadi lima kecamatan. Kecamatan baru tersebut adalah Kecamatan Rimba Melintang dan Kecamatan Bagan Sinembah.

Kemudian pada tanggal 4 Oktober 1999, dengan Undang-Undang No. 53 tahun 1999, Pemerintah Republik Indonesia menetapkan 5 Kecamatan tersebut menjadi Kabupaten baru di Provinsi Riau dengan nama Kabupaten Rokan hilir dengan ibukota Ujung Tanjung dan duduk pemerintahannya di Bagansiapiapi.

Rokanhilir telah beberapa kali mengalami pemekaran. Dan saat ini telah terdiri dari 15 Kecamatan.

15 Kecamatan tersebut adalah :
  1. Kec. Bangko
  2. Kec. Sinoboi
  3. Kec. Rimba Melintang
  4. Kec. Bangko pusako
  5. Kec. Tanah Putih
  6. Kec. Tanah Putih Tanjung Melawan
  7. Kec. Kubu
  8. Kec. Bagan Sinembah
  9. Kec. Pujud
  10. Kec. Simpang Kanan
  11. Kec. Pasir Limau Kapas
  12. Kec. Batu Hampar
  13. Kec. Rantau Kopar
  14. Kec. Pekaitan, dan
  15. Kecamatan Kubu babussalam


Di Kabupaten Rokan Hilir ada suatu acara perayaan yang dilakukan oleh masyarakat etnis Tionghoa. Acara tersebut dinamakan dengan perayaan Go Cap Lac atau Ritual Bakar Tongkang.

Ritual Bakar Tongkang merupakan kisah pelayaran masyarakat keturunan Tionghoa yg melarikan diri dari penguasa Syiam pada abad ke-19 yang dipimpin oleh Ang Mie Kui. Mereka membawa patung Dewa Kie Ong Ya dan lima patung dewa lainnya, di mana panglimanya disebut Tai Sun Ong Ya. Patung-patung dewa ini mereka bawa dari Tiongkok, Fujian, China.

Menurut keyakinan mereka bahwa dewa tersebut akan memberikan keselamatan dlm pelayaran, hingga akhirnya mereka sampai di Bagansiapiapi dan menetap sampai sekarang.

Untuk mensyukuri keselamatan dan keberhasilan yang mereka peroleh dari hasil laut sebagai mata pencaharian utama, maka mereka melakukan perayaan Go Cap Lac dgn membakar Tongkang yg dibuat dari kertas yang dilakukan setiap tahun.

Go Cap Lac berarti Bulan ke 5 tanggal 16 tahun Imlek. Karena pada tanggal tsb merupakan hari pertama mereka menginjakkan kakinya di Tanah Bagansiapiapi.

Beberapa sumber lain menyebutkan bahwa Ritual Bakar Tongkang adalah ritual pemujaan untuk memperingati hari ulang tahun Dewa Kie Ong Ya (Dewa Laut).

Ritual Bakar Tongkang adalah wisata budaya unggulan Provinsi Riau dari Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yang telah menjadi wisata nasional bahkan internasional.

Pada zaman Soeharto upacara seperti ini sempat dilarang, tetapi kemudian diaktifkan kembali di era Gus Dur sampai sekarang ini.

~ ~ ~ ~ ******* ~ ~ ~ ~

Tidak ada komentar: